Voice over IP telah diimplementasikan dalam berbagai macam jalan menggunakan hak milik dan standar serta protokol terbuka. Contoh protokol jaringan yang digunakan untuk mengimplementasikan VoIP meliputi:
- H.323
- Media Gateway Control Protocol (MGCP)
- Session Initiation Protocol (SIP)
- Real-time Transport Protocol (RTP)
- Session Description Protocol (SDP)
- Inter-Asterisk eXchange (IAX)
- Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
- Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
- Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
- Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa
- Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat.
- Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset
- Suara tidak sejernih jaraingan telepon.
- Akan terasa mahal apabila dalam suatu negara tersebut, biaya internet lebih besar daripada biaya telepon GSM maupun CDMA.
- Peralatan hardware yang cukup mahal seperti telepon gateway.
- Apabila tidak terkoneksi dengan jaringan, maka harus ada perjanjian dulu sebelum menelpon.
- Berpotensi membuat jaringan terhambat. Semakin banyak yang menggunakan VOIP dalam jaringan tersebut maka akan membuat bandwidth semakin besar. Hal itu menyebabkan penghambatan salam jaringan.
Memang sulit untukk bisa menjawab pertanyaan ini, melihat negara lain yang sudah berkembang dengan VOIP mereka, tapi mengapa di indonesia tidak berkembang? Apa alasannya? Menurut saya sendiri alasannya, VOIP hanya akan berkembang jika:
Biaya Internet < Biaya TeleponYa seperti itulah, di negara kita ini koneksi internet terbilang cukup mahal dibandingkan dengan negara lainnya.
Alat yang digunakan untuk menelpon dengan VOIP
Dalam VOIP alat untuk menelpon dibagi menjadi dua bagian diantaranya yaitu:
- SoftPhone
- HardPhone
SoftPhone merupakan sebuah software yang dapat digunakan untuk bertelepon dengan jaringan VOIP lewat komputer yang sudah terinstall oleh softphone tersebut. Contoh untuk softphone sendiri yaitu: iaxLite, X-Lite, SJPhone, Idefisk, dll.
Gambar diatas adalah salah satu contoh SoftPhone, X-Lite.
HardPhone
Kebalikan dari softphone, HardPhone merupakan alat untuk menelepon dengan jaringan VOIP yang berbentuk hardware. HardPhone ini hampir mirip dengan telepon pada umumnya.
Berikut Preview tentang sistem operasi berbasis Asterisk untuk VOIP:
Tampilan Web base Briker status:
User yang aktif:
Berikut hasil eksplorasi menggunakan briker bersama teman-teman dari fasilkom 1B:
10 Provider VOIP Indonesia beserta Tarifnya:
- Voip Rakyat | Tarif : Gratis
- eSuara | Tarif : Gratis
- Telkom | Tarif: Rp.880/Menit
- Three | Tarif: Rp. 499/Menit
- Axis | Tarif: Rp. 87/Menit
- XL Axiata | Tarif: Rp. 480/Menit
- Bakrie Telekom | Tarif: Rp. 149/Menit
- SmartFren | Tarif: Rp. 600/Menit
- Fren (Mobile-8) | Tarif: Rp. 1100/Menit
- Flexi | Tarif: Rp. 990/Menit





0 comments:
Post a Comment